Mahasiswa PBSI Universitas Muhammadiyah Purworejo melaksanakan kegiatan pembelajaran menulis puisi dengan tema makanan khas Purworejo menggunakan model pembelajaran Inquiry Learning berbantuan media visual di SMPN 24 Purworejo pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di kelas VIII dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang yang mengikuti pembelajaran dengan penuh antusias. Pembelajaran diawali dengan penyajian media visual berupa gambar berbagai makanan khas Purworejo, seperti clorot, geblek, kue lompong, dan dawet ireng. Melalui media tersebut, siswa diajak untuk mengamati secara langsung bentuk, warna, tekstur, serta membayangkan rasa dari makanan khas yang ditampilkan. Kegiatan ini bertujuan untuk merangsang rasa ingin tahu siswa sebagai bagian dari penerapan model Inquiry Learning. Selanjutnya, siswa diarahkan untuk mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta menggali informasi mengenai makanan khas tersebut berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam proses menemukan ide dan inspirasi secara mandiri. Dalam tahap eksplorasi, siswa mulai mengembangkan gagasan yang telah diperoleh menjadi sebuah puisi. Mereka menuangkan hasil pengamatan dan pengalaman ke dalam bait-bait puisi dengan bahasa yang kreatif dan imajinatif. Berbagai karya puisi yang dihasilkan menunjukkan keberagaman ide, mulai dari deskripsi rasa makanan, kenangan bersama keluarga, hingga suasana tradisional yang melekat pada kuliner khas daerah. Selama proses pembelajaran berlangsung, siswa terlihat aktif, kritis, dan kreatif dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan. Model Inquiry Learning yang dipadukan dengan media visual terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta membantu mereka dalam menemukan ide secara mandiri. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan pembacaan puisi hasil karya siswa di depan kelas. Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan menulis puisi siswa semakin berkembang serta menumbuhkan rasa bangga dan apresiasi terhadap makanan khas Purworejo sebagai bagian dari budaya lokal."